Jalan Pulang

Ijinkan saya membuka post ini dengan sepenggal cerita pribadi saya hari ini.

Jumat, 21 November 2014, hari saya dimulai dengan “sesuatu yang kering”. Hari ini mungkin adalah puncak dari kekeringan saya yang saya alami akhir-akhir ini. Manusia, dia mempunyai siklus kondisi “ruh” nya, seperti sebuah titik pada roda yang sedang berputar. Roda itu terus berputar seiring jalannya waktu dan membuat titik itu menjadi terkadang berada di bawah, di atas, ataupun diantara keduanya. Sama, saya seorang manusia dan saya mengalami hal seperti itu, kondisi “ruh” yang terus berputar.

Suatu hari, seorang mubaligh mengingatkan saya di suatu majelis ilmu, beginilah kurang lebih katanya,”Jika ditelisik dari sejarah penciptaan manusia, sebenarnya kita ini adalah penduduk surga. Nabi Adam dan Bunda Hawa diciptakan dan tinggal di surga sebelum beliau diturunkan ke bumi oleh Allah karena terbujuk oleh iblis. Jadi sebenarnya asal kita adalah surga. Kita di dunia ini hanyalah sekedar mampir minum, seperti kata Rosulullah.”

Surga, itulah asal kita, itulah rumah kita sesungguhnya. Ke sanalah layaknya kita pulang.

Ada kisah tentang seorang Continue reading

Merajut Harapan

Pemira telah usai. Hegemoni demokrasi kampus telah usai. Hiruk pikuk kampus telah usai. Ah, damai, tentram. Seperti hidup di sebuah desa dengan pepohonan rindang yang menjulang tinggi. Terhampar sawah-sawah menghijau. Sayup-sayup senandung petani ditambah gemercik air dan kicauan burung, aduhai merdunya. Begitulah sepertinya. Suasana yang dirindukan jiwa perindu kesejukan.

Terpilihlah kalian, petinggi-petinggi lembaga kemahasiswaan. Nakhoda kapal yang entah akan berlayar ke mana. Mungkin ada yang sedih, ada yang yang bahagia. Ada yang bangga, ada yang merasa kerdil. Begitulah. Sungguh, amanah itu berat sekali.

Pemimpin, representasi apa yang dia pimpin. Begitulah kalimat sering muncul mewarnai hari-hari pemira yang menyedihkan, bagiku. Banyak intrik, banyak kepalsuan. Entahlah. Hingga memilih kabur adalah mungkin keputusan yang rasional, tetapi cukup menyedihkan. Mengaku bahwa bagian dari mereka, tetapi beban seberat biji zarrah tentangnya pun tak mau memikulnya. Ah, masihkah layak disebut bagian? Entahlah.

Yang dipimpin akan menuntut banyak dari yang memimpin. Rasional jika yang dipimpin akan meminta pemimpin yang ideal. Penyayang seperti Abu Bakr, tegas seperti Umar, lemah lembut seperti Ustman, dan cerdas seperti Ali. Padahal sadar atau tidak, empat kepribadian itu tak akan sanggup dirangkum dengan utuh dalam satu jasad. Continue reading

Perjalanan 365 Hari

Sejenak, ijinkan aku untuk rehat dari memikirkan tugas PES 2 (sejenis upgrading staff pengurus) SEF UGM yang tak kunjung selesai. Hehehe, ya kali bisa selesai lawong cuman dipandang dan dipikir ._.v *piiss*

Tak terasa, hampir 365 hari masa baktiku pada organisasi ini berakhir. Sejujurnya, aku belum merasa benar-benar berbakti pada institusi ini. Apalah yang kuberikan pada lembaga ini, tak jauh lebih berarti daripada teman-temanku beri kepadanya. Ya, janjiku belum kutunaikan, tetapi tidak berarti aku tidak akan, hanya saja BELUM (doakan segera lunas :D).

Menarik waktu kembali sekitar 365 hari yang lalu. Cerita ini berawal dengan cantik kemudian dalam perjalanannya diwarnai dengan segala cerita yang membuat nantinya bagiku akan berakhir dengan menawan, semoga (meski ada sesak di dalamnya). Aku yang bermodal pengetahuan pas-pas an tentang ekonomi Islam, memberanikan diri untuk melamar menjadi The Next Generation of Economist Rabbani. Aku bermodalkan dengan perasaan dan hobbi serta ekspektasi, memberanikan diri untuk memilih salah satu departemen paling kece sedunia: Research and Development (Risbang).

Masih ingat memori sekitar 365 hari yang lalu. Atmosfer kritis para punggawa Risbang telah kucium pada senja itu. Sambil membumbui daging-daging kambing yang syahid (baca: dagung qurban😀 ), aku bersyukur pada Tuhan, “Ya Tuhan, sungguh beruntung aku di tempat ini.” Ya, hari itu adalah welcoming party untuk kami, anggota Risbang SEF 2013, anggota baru.

Hampir 365 hari perjalananku (mencoba) berbakti pada lembaga ini, kutemui segala macam jenis pembelajaran hidup dari orang-orang paling keren yang pernah ada. Continue reading

Apa Kabar, Ruh?

objct 7Aku bertanya pada diriku, “Bagaimana keadaan ruh mu?”. Agaknya kita perlu banyak memperhatikan diri sendiri. Boleh kita memang sibuk mengurusi organisasi, mengurusi umat, mengurusi proker, namun jangan pernah lupa bahwa tubuh dan ruh kita butuh perhatian dari kita dan mereka berhak menuntut hak mereka kepada kita.

Tanaman, meskipun ia diam dan tak menuntut haknya untuk diberi “makan” oleh kita, sejatinya ia berteriak kepada kita bahwa ia sedang “lapar”. Ia hanya mengajarkan bagaimana kepekaan dan kepedulian kita kepadanya. Jika tak ada sedikit pun rasa peduli dan peka kita kepadanya, ia lama-lama akan layu dan kemudian mati. Setidaknya itulah Continue reading

391345_501023506579156_1383035881_n

Yes! I Can!

Bahagia, satu kata yang sampai saat ini masih aku selami maknanya. Satu kata yang pernah aku ucapkan berulang-ulang, satu kata yang pernah kurasakan keindahannya, satu kata yang memberikan dampak yang luar biasa dalam hidup. Ya Tuhan, tapi rasanya sekarang…

Hampir setahun berlalu, hampir setahun mencoba tetap “ada”. Jika bukan karena kasih sayang Allah, entah, raga ini mungkin telah terimbun tanah dengan sedikit identitas yang menunjukkan siapa yang telah ditimbun di dalamnya: nama, tanggal lahir, dan tanggal wafat. Jika bukan karena kasih sayang Allah, entah, mungkin kaki ini tak akan bisa melangkah dalam langkah pencarian dan menikmati “balasan” atas setiap langkah yang terpahat. Bagaimana bisa aku masih tidak bersyukur??? Astagfirullahal’adziim…

Jika teringat do’a setahun lebih yang lalu, aku menjadi lebih sering merenung. Aku tahu, jalan telah dibukakanNya,tinggal satu rintangan lagi aku mencapainya. Tetapi aku terlanjur salah mengambil jalan. Aku terjebak di lumpur hisap. Sedangkan aku tak bisa lagi balik arah dan mengambil jalan lain. Astagfirullah, padahal tinggal rintangan inilah yang harus kulalui untuk meraih “tempat” itu, tujuanku.

Entah seberapa luas lumpur hisap ini, entah seberapa lama aku bisa bertahan dan berhasil keluar dari “jebakan” ini. Ya Tuhan Maha Pengasih, bisakah Kau kirimkan malaikat-malaikatMu untukku, untuk membantuku keluar dari “jebakan” ini? Malaikat yang bersedia ulurkan tangannya, membantuku mencapai “tempat muliaMu”.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (potongan QS. 03:07)

“(Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang shaleh.” (potongan QS. 12:101)

“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (potongan QS. 12:86)

 

 

Bismillah…. Luruskan Niat

aku sudah pernah bilang sama Allah dan Allah sudah tahu semua. Jadi, aku yakin, pilihanNya selalu tepat.

Aku banyak tahu plus minus dari temanku tentang tempat itu. Aku sempat ragu untuk melangkah lebih jauh menjadi bagiannya.

Prinsip tetap prinsip. Bismillah, niatku untuk belajar, tiada yang akan mengganggu hak-hak ku dan kewajiban-kewajibanku. Tiada yang memisahkan aku dengan keluargaku jika itu memang family time dengan kegiatan apapun. Aku masih dan selalu butuh ridho orang tuaku. Tiada aku bertindak A melainkan kedua orang tuaku dan keluargaku meyetujuinya. Tiada akan aku abaikan kata yang sulit terucap dari bibir mereka sedangkan aku merasakan getarannya.  Selamanya aku adalah seorang anak dan aku harus tunaikan apa yang membuat orang tua dan keluargaku ridho selama itu tidak melanggar syariat.

Mengenai hak, aku punya hak penuh mengenai hakku. Kupikir hakku tidaklah melanggar syariat dan melemahkan Islam. Jadi tiada seorang pun yang akan bisa mengusiknya. Aku mencoba tidak untuk mencondongkan apapun di hatiku kecuali aku condongkan hatiku pada Dzat yang berhak, akupun sedang mencoba. Tiada yang berhak mengusik apapun mengenai ini. Tidak pernah.

Bismillah, aku niatkan untuk belajar, Allah. Belajar tanpa melupakanMu,tanpa  melupakan keluargaku. Bismillah, aku niatkan sebagai sarana untuk kembali mesra denganMu, merajut kembali indahnya bercengkerama denganMu. Bismillah, jaga aku, Allah, agar aku tidak menggila dengan kegiatan dan melupakan kewajibanku padaMu dan pada keluargaku. Bismillah, ingatkan aku, Allah, agar aku tidak lupa untuk berbuat baik padaMu, pada keluargaku, pada ciptaanMu, dan tidak lupa bahwa kain kafanku akan segera jadi…

Tunai Janji: Edisi Kangen

Hahahahaha… aku tulis ini karena udah janji sama temen. Tiba-tiba aku ingin cerita kepada kalian semua, saudaraku dari hati, Prada 13… Aku ngga sabar buat ketemu kalian Juni mendatang.

Aku ingin cerita kepada kalian. Sebelumnya mungkin aku ingin minta maaf khususon buat regional Jakarta. Hahaha, aku udah putusin, kayaknya aku ngga bakal “resign” dari UGM hehhee. Terlebih buat saudaraku, Anggun Puspita yang aku ngga bisa wujudin impianmu dan impianku untuk satu atap…

Banyak banget yang pengen aku certain. Aku seneng denger suara kalian yang tetap renyah. Aaaaa, aku rindu kalian. Bahkan sampai detik ini aku masih merasa, Ya Allah, sebentar banget aku hidup bersama dengan kalian. Tapi aku bersyukur banget mempunyai keluarga dari hati seperti kaliiaaaan. Kalian terhebaaaat ^^

Aku di sini mendapat tempat seperti tempat kutemukan kalian. SEF UGM namanya. Sekre SEF seperti sanggar, orang-orangnya seperti kalian. Canda, tawa, hingga saling lempar lelucon, persis, seperti kalian. Bedanya, kami tak sering mbolang ke gunung, ke pantai. Ya jelas ya, ngga ada proker ke sana, hehhee…

Jujur, aku kangen SATKHAS, aku kangen CAMPS. Aku kangen Jw, aku kangen botol mandul, aku kangen semua dengan kalian. Udah, aku ngga bisa ngomong apalagi. Aaaaaaaaaaaaa hari ini aku pengen teriak biar semua dunia tahu kalau aku rindu kaliaaaaaaan….

Aaaa, maaf buat yang udah aku janjiin buat nulis semu cerita aku😀 tapi ternyata susah diungkapinnya… aih, saking menumpuknya semua… mungkin, kalau kita satu darah, mahrom, AKU INGIN PELUK KALIAN SATU-SATU. Mungkin, jika Allah ngga nglarang cewe cowo non mahrom sentuhan, AKU INGIN CIUM KALIAN SATU-SATU. Aku sayang kalian, insyaAllah lillah…