Tragedi Petak Umpet

Alamaak,,, saya kembali dingatkan dengan tragedi lagi πŸ˜€ . ada dua tragedi dalam masa saya di kelas 3 SMP πŸ˜€ .

Pertama, entah setan apa yang merasuki saya dan teman sekelas πŸ˜€ . kami memang kelas paling bandel, begitulah kata guru-guru pengajar kami. ya, kami tidak menyangkalnya πŸ˜€ . memang sih, tapi kebandelan kami masih wajar lah, (lho?!) . mungkin gerah dengan sambatan guru-guru pengajar, wali kelas saya datang di kelas dan marah-marah. Menyalah-nyalahkan kami begini begitu. Bak angin, kata-kata itupun hanya lewat dikuping saja. Wkwkwkwk,,, memang nakal, dan parahnya saya ikut-ikutan. Tak apalah sekali-kali πŸ˜€ .

Saya sudah lupa apa yang diomongkan wali kelas saya dulu. Hanya saja, tiba-tiba wali kelas saya bertanya, β€œyang salah saya apa kamu?”. Secara tidak sadar, saya menjawab, β€œkamu” πŸ˜€ . ternyata, bukan hanya saya yang menjawab demikian, satu kelas menjawab sama dengan saya. Kontan, kami sekelas menahan tawa dan wali kelas saya tambah geram. Hehehe,,, sebenarnya jawabannya itu salah apa bener sih??? Wkwkwkwkwk…

Kedua, lagi-lagi ulah saya ~,~ . Ya Allah, berarti dari dulu saya berulah mulu ya… gini ceritanya. Kelas saya kebetulan adalah kelas seni. Guru seni musik saya sering mengajak satu kelas untuk tampil konser gamelan. Suatu hari, anak-anak cowo latihan gamelan dan kelas ngga ada pelajaran. Padahal itu sudah kelas 3 dan mau ujian lhooo… kami, anak-anak cewe, ngga ada kerjaan akhirnya iseng-iseng maen di dalam kelas. Kami bermain slebur-sleburan (semacam permainan tradisional jawa) di dalam kelas. Photo-photo geje sampai akhirnya kami bermain petak umpet. Saya ingat, waktu itu yang lagi njaga adalah Rizkya.

slebur-slebur πŸ˜€

Saya ndelik (lupa lagi bahasa indo nya πŸ˜€ ) di tempat strategis, bisa ngintipin πŸ˜€ . sampai lama akhirnya, saya bosan juga karena si Rizkya tak kunjung menemukan saya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari persembunyian dan me-naspel permainan. Tiba-tiba saya kaget, si Rizkya mengetahui kemunculan saya dan akhirnya kami balapan untuk menuju naspelan (tak tahulah indo nya apa πŸ˜€ ) . secara tak sengaja, Rizkya yang notabene badannya lebih gede dari saya menyenggol saya hingga saya terjatuh. Ini yang saya sesali, kenapa jatuhnya di tempat yang tidak tepat??? πŸ˜€ . unluckily, saya menabrak pintu pembatas kelas saya dan kelas sebelah sampai akhirnya pintunya terbuka dan saat itu Pak Priyo, guru fisika, tengah asyik menerangkan materi. Pak Priyo mlongo begitu pula anak kelas IX-I ketika melihat pose saya *seksi kali*. Langsung, saya berdiri dan berlari ke bangku-bangku kelas, duduk manis πŸ˜€ mengikuti teman-teman saya.

Well, akhirnya, sesuai tebakkan, usai jam pelajaran, Bu Umi yang kebetulan mengajar matematika di IX-G, ke kelas saya dan, tau sendiri lah apa yang terjadi πŸ˜€ . tak lama kemudian, Pak Priyo menyusul dengan senyumannya yang aduhai. Ya Allah, untung teman-teman saya ngga nyalahin saya. Ahahhahaa,,, kembali, dianggap sebagai kesalahan bersama πŸ˜€

pose dulu donk πŸ˜€

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Tragedi Petak Umpet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s