Sedikit Cerita dari Malang

dini hari. Β pukul 2.30, saya bangun dari tidur yang hanya 2,5 jam saja. mandi dan kemudian sholat malam, rutinitas yang akhir-akhir ini saya tinggal. pukul 3.30 , travel pesanan datang menjemput. ya, saya pergi ke Malang.

tidak, saya tidak melarikan diri dari sekolah setelah semalam saya mendapat cobaan. seperti rencana, saya berpartisipasi dalam olimpiade akuntansi di poltek malang. yah, mungkin belum rejeki karena saya hanya sampai di babak 2 menuju babak 3 dari 4 babak. di sini, saya tidak akan bercerita tentang apa dan bagaimana proses lomba tadi.

saya berangkat ke malang tanpa seorangpun. sendiri tanpa teman, orang tua, ataupun guru. teman saya yang awalnya menemani saya, mengurungkan niatnya. keberanian saya diuji ketika saya mulai minder saat melihat semua peserta minimal mempunyai 1 orang teman. saya? saya berjalan sendiri mencari-cari ruangan, tempat duduk untuk sekedar istirahat.

setelah regristasi, saya mencoba untuk mengakrabkan diri dengan peserta lain. dapatlah seorang yang halus pembawaannya, Alin, dari SMA 10 Malang. kami tak banyak cakap tetapi cukuplah untuk menjadi teman dalam kesendirian saya.

setelah test babak penyisihan selesai, saya bertemu dengan guru les saya, Bu Endang. alhamdulillah, saya bisa gabung dengan rombongan bu endang (SMA 8). setidaknya, meski rasa iri ini muncul, saya sangat bersyukur. saya iri,

satu:Β kakak-kakak dari SMA 8 sangat beruntung. mereka lomba ditemani oleh guru-guru mereka. sangat dekat sekali, seperti teman sendiri. saya? sudahlah jangan ditanyaπŸ™‚ . bukankah anak SMADA ituΒ MANDIRI???Β #menghibur diri.

dua:Β ketika ngomong-ngomong soal saku dari sekolah, tiba-tiba bu endang tanya kepada saya. ah, tau sendiri, anak SMADA itu serbaΒ MANDIRI.Β setidaknya, jika saya masih mampu, akan saya penuhi sendiri. yang saya pikirkan adalahΒ SAYA INGIN MEMBERI SESUATU UNTUK SEKOLAH SAYA.

tiga:Β saya kembali sedih ketika ditinggal rombongan Bu endang. hampir satu jam saya menikmati kesendirian. bingung, lapar, pengen ngomong, kumpul jadi satu. saya bingung mau nunggu travel di mana. semuanya ramai. saya lingak linguk sendiri. mau cari kenalan lagi, semua sibuk dengan kelompoknya. ah, takut mengganggu. tak apalah, toh SAYA BERANI.

alhamdulillah, travel sudah menjemput saya. dan ternyata eh ternyata, saya satu travel dengan Pak Ari, guru SMADA. alhamdulillah, punya teman untuk mengobrol. Allah itu baik, dan slalu baik kepada saya. setidaknya hari ini saya belajar, bagaimana untuk bisa mandiri dan tak tergantung orang lain. setidaknya saya bisa tak merepotkan orang lain dalam urusan saya.Β terimakasih Ya Allah, untuk pelajaran hari iniπŸ™‚ . hamba yakin Engkau memang sayang pada hamba.πŸ™‚

4 thoughts on “Sedikit Cerita dari Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s