Secret Place

hari itu sekolah pulang lebih awal. Tekad nya bulat untuk mencari hari itu juga. Mencari pengganti. Bukannya tak setia, namun kondisinya tidak mendukungnya sama sekali. Tekadnya bulat. Ia pacu motor biru nya menuju ke barat…

aku memang butuh tempat itu. Tempat di mana hanya ada aku dan Robb ku.berdua. tempat berbagi ceritaku dengan Robb ku. Hanya butuh sesuatu yang segar.

Hari itu aku tekadkan. Aku mencarinya hingga naik gunung. Melewati jembatan-jembatan kering. Keluar masuk hutan. Menelusuri gang-gang kecil hingga mengantarkanku ke tempat tempat yang tersembunyi namun menyimpan nadi ekonomi.

Lama sekali, berkilo kilo sudah aku tempuh. Aku belum juga menemukan tempat itu. Hingga pada akhirnya aku menemukan jalan naik ke bukit di seberang sana. Aku terus memacu motorku hingga aku temukan jalan menuju ke sana.

Terjal, menanjak, aku tak peduli. Aku menemukan tempat itu di atas sana. Persis, sesuai inginku hanya saja tak ada aliran air. Ya Robb, terimakasih untuk tempat ini. Jatuh bangun aku menggapai tempat itu. Haha, hanya tak dapat menjaga keseimbangan ketika ku bawa motorku.

Aku senang dengan tempat itu. Aku senang. Aku senangπŸ™‚ . *hanya saja begitu sangat amat jauh :)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s