Love Story

Tiba-tiba punya ide buat nulis ini… hehehe, cuman pengen sharing sesuatu tentang cerita seorang cewe. Semoga aja bermanfaat dan menginspirasi…

Cewe itu cerita tentang perjalanan kisah cintanya. Emang dasarnya dia suka cerita sih. Tapi dia hati-hati banget kalo cerita masalah pribadi ke orang lain. Dia bilang, ngga apa kalau ceritanya ini di share. Yah, dia mau nunjukkin aja sih kalo cinta yang belum halal itu bener-bener menyiksa dan engga enak. Yuks, langsung aja deh.

Alkisah (ceile kayak apaπŸ˜€ ), pas dia masih SMP, dia pernah kagum sama seorang cowo. Kebetulan, cowo itu dulu se-SD sama dia. Pernah, si cowo itu nembak dia pas SD. Yaa, masih SD pacaran? Ya jelas lah dia tolak. Ternyata, diam-diam dia ngrasa kagum juga ke cowo itu dan Β lanjut sampai SMP.

Meski kagum (baca : suka) pakek banget sama orang itu, dia ngga pernah β€œnembak” cowo itu duluan. Baginya, lebih baik mencintai cowo itu dalam diamnya. Entah cowo itu tahu atau tidak, dia ngga peduli. Baginya, dia nyaman dengan yang dia rasain.

Kekaguman itu berlanjut hingga kelas 3 SMP. See, berapa tahun dia memendam rasa? Hahaha, baginya, itu tak begitu mengganggunya. Prestasinya engga keganggu dan tetap jadi nomor satu dikelasnya. Tapi masalah muncul ketika ia mendengar bahwa sahabat yang selama ini jadi tempat curhatnya juga suka dengan orang yang sama. Bahkan, tambah sakit hatinya, sahabatnya pacaran dengan orang itu. duh, masa-masa kenyesekkan mulai dari sini (lebay).

Meski β€œdihianati” sama sahabat, si cewe tetep tegar. Ia mencoba memahami apa yang terjadi. Toh, dia engga punya hak untuk mencegah semuanya. Meski nyesek pakek banget, dia tetep tampil β€œbiasa” di sekolah. Tak ada dendam dalam hatinya kepada sahabatnya itu. Tak terlalu dia pikirkan. Untung dia punya sahabat lain yang menghiburnya. Baginya, itu sudah cukup meski hatinya tetep mendam rasa sakit pakek banget.

Lanjut masa SMA. Pernah denger kata β€œmove on” ? naah, dia mencoba move on dan BERHASIL. Dia seneng banget ketika dia terbebas dari ke-nyesek-kan. Dia bebas tertawa lepas tanpa beban bersama teman-temannya. Dan tahu, meski si cowo itu sekelas sama dia, dia ngga peduli dan tetep β€œngejaga” ke-move on-annya. Eits, move on ke mana? engga kemana-mana, si cewe sih ngakunya gitu. Katanya, temen-temennya itu tempat move on nya. Hahhaha, bisa bisa bisa.

Tapi, eits, eits, eits, dia diuji lagi masalah cinta. Dia diuji bagaimana cara dia me-manage cinta dengan baik. Lagi, dia kagum sama seorang cowo (lain orang looh) di SMA nya. Keliatannya sih mereka suka sama suka. Si cowo sering β€œngapeli” si cewe ke kelasnya. Abis itu mereka lanjut komunikasi via sms dan telpon. Di sekolah, mereka juga sering jalan bareng.

Indah? Waah, katanya sih bisa dibilang begitu. Dari luar bisa dibilang indah pakek banget. Tapi ternyata hatinya engga ngerasa gitu. Si cewe ini cerita tekanan saat dia ngerasa suka sama orang itu. entah, tekanan itu sepertinya begitu membencinya.

Tenang? Iya, emang dia ngga bisa memungkiri ada rasa indah ketika sama orang itu. tapi ternyata, ending ceritanya nyesek juga. Aduuh, pengen puk puk ni cewe dehπŸ˜€ .

Dia cerita, si cowo itu berubah sikapnya sama dia. Sampai akhirnya si cowo itu β€œmutusin” dia. Mutusin? Emang dia jadian? Wkwkwk, perasaan dari tadi cerita tentang kedekatan, bukan tentang pacarannya. Duh, makin pengen puk puk ni anak. Ternyata bener, mereka emang belum jadian. . .

Dua kisah yang dialaminya, membuat dia kapok namanya suka sama cowo. Dan dia nekanin di akhir ceritanya, CINTA HARAM ITU MENYIKSA.

Duh, jadi bener ya pikiran saya. Selama ini saya ikut kajian dan digembar-gembor untuk NO PACARAN. Ternyata gembar-gembor itu ngga salah dan 100% bener. Selain mencegah ZINA yang jelas-jelas dilarang dalam Al Quran, hal itu bisa mencegah kita dari kenyesekkan lohπŸ˜€ .

Cerita si cewe itu semakin ngeyakinin saya bahwa TAK ADA CINTA SEBELUM AKAD. Mungkin itu sebatas kagum yang bisa sirna. Dan, bagi saya, kalo cinta, itu NGGA AKAN MENYIKSA. CINTA ITU MENGUATKAN, bukan melemahkan dan mematikan. CINTA BA’DA AKAD ITU KARENA ALLAH dan CINTA SEBELUM AKAD ITU KARENA SYETAN (nafsu).

Semoga cerita mbak mbak cewe tadi bisa menginspirasi kita untuk tetap istiqomah dalam menjaga diri dari zina and KEEP SAY β€œNO PACARAN, JOMBLO SAMPAI HALAL”.

3 thoughts on “Love Story

  1. πŸ™‚ saya setuju sekali, sama tulisannya. Sayangnya sering saya jumpa sebaliknya, banyak juga tuh yang ngakunya gag pacaran anti sama pacaran dan kawan2nya itu, tapi tetep aja statusnya di fb, tulisannya di blog, obrolannya di kehiupan sehari2, gitu2, galau2, cinta2an. Mereka bilang Allah saja cukup, tapi perilakunya kadang tidak demikian.

    Saya sudah bilang, saya setuju sama tulisannya.πŸ˜€ tidak bermaksud kontra, tapi saya justru semakin tidak simpati pakek banget dengan mereka yang demikian. -mencari pembenaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s