We Will Not Be A Part, Right?

2012-2012

Persahabatan ini indah. Perbedaan ini membuatnya berwarna. Tumbuh di atas segala bentuk kekurangan dan kelebihan diantara kami. ia menjelma menjadi pelangi yang keindahannya melebihi gugusan bintang di malam hari.

Tawa menyatukan kami. Tangis menguatkan kami. Cacian mengeratkan kami. Canda menyatukan kami. Meski pikiran tak pernah sama, meski tindakan tak pernah sepadan, dan meski ucapan tak pernah berhenti berdebat. Tapi kami tetap satu. Kami tetap disebut sahabat. Bahkan , kami adalah keluarga.

Kami keluarga…

Kami keluarga…

Kami keluarga…

Kita tak akan terpisahkan, kan?

Kita tak akan terpisahkan, kan?

Kita tak akan terpisahkan, kan?

Kita tetap satu selamanya, kan?

Kita tetap satu selamanya, kan?

Kita tetap satu selamanya, kan?

Maafkan kata yang mengandung luka…

Maafkan tindakan yang mengandung dendam…

Aku belum siap kehilangan…

Dan aku tidak pernah siap…

Selamanya…

Aku tidak pernah siap dengan segala bentuk perpecahan…

Aku tidak siap…

AKU TIDAK PERNAH SIAP…

DAN AKU TIDAK PERNAH MAU…

Maafkan aku…

Maafkan aku…

Maafkan aku…

Bisakah kita kembali seperti pelangi lagi?

Dan seperti mentari?

Serta seperti bulan dan bintang di malam yang selalu menghiasi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s