Saya dan Sinusitis : Obat Bagaikan Permen (?)

iseng-iseng ngepost ini , gara-gara inget ekspresi kakak (sebutan untuk teman saya di prada) Vick seperti kaget melihat saya minum obat. ckckck…

yaa, akhir-akhir ini saya emang lagi dalam masa rawat jalan. mengidap suatu penyakit yang sebenarnya udah lama tapi baru sadar sekarang. wkwkwwk, dan kalau bukan gara-gara orang yang namanya Habib bikin jantung jadiΒ deg degΒ an, mungkin saya ngga sadar-sadar dan ujung-ujungnya ngga ke dokterπŸ˜€ .

saya sering sekali merasa di bagian hidung saya terasa sakit tak tertahankan. pernah sampai membuat kepala saya pening dan terasa sakit sekali. saya kira itu efek saya kecapekan. ibuk juga bilang gitu pas saya cerita. ya sudah, tiap kaliΒ kumatΒ , saya buat tidur aja… hehehe… tapi presepsi itu berubah drastis ketika saya cerita tentang yang saya alami kepada Habib. daaaaan, secara kurang ajar dan mengejutkan, dia langsung memvonis saya terkena penyakit sinusitis. ini nih, kalo dia jadi dokter spesialis jantung, mungkin pasiennya mati di tempat langsung. bbrr,,, seharusnya gitu tuh, ditanya dulu gini-gini, baru divonis. lha ini?! tapi, alhamdulillah juga sih, jadi tau dan lebih wasapada ^^v .

setelah dijelasin dan Habib cerita macem-macem termasuk cerita Ola, teman kami, yang juga pernah kena sinusitis, saya langsung takut dan berpikir aneh-aneh. gimana ngga aneh-aneh, ni sakit sebenernya udah lama dan saya baru sadar sekarang.Β jeddar…Β seketika sampai di rumah, saya langsung cerita ke ibuk tentang cerita dan vonis Habib. eh, ibuk saya juga ngga kalah cemas dan finally saya dirujuk ke rumah sakit bayangkara oleh dokter keluarga. hehehehe (kok seneng?! –” )

kembali ke judul…

siang itu, habis mengerjakan segunung himalaya (lebaay:D ) soal-soal matematika, saya langsung menuju kantin buat makan siang. kantin yang awalnya sepi mendadak ramai dengan kedatangan candra dkk ipa 1 dan kakak vick dkk ipa 7. fix, di situ saya cantik sendiri. biasalah, mereka menggoda dengan gosip murahan (ups)Β yang membuat telinga saya merah (ciiee,,, betty marah ^^) . ketika waktunya saya meneguk satu per satu obat, tiba-tiba kak Vick menciptakan ekspresi aneh melihat saya minum obat bagaikan makan permen marbels. wkwwkwk,,, sebelumnya, temen sebangku saya juga sempat tercengang dengan obat yang harus saya minum, saking banyaknya.

 

jadii,,,

kalo dipikir-pikir, post ini agak garmosh ya… wkwkwk… ampuuuunnnn ^^v

 

~ Love you fillaah ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s