Indahnya Menulis …

Ahad, kuhabiskan waktuku untuk beraktivitas. Pagi-pagi sudah ditinggal ibuk ke Tulungagung dan ditinggal bapak pergi jalan-jalan. Iya sih, waktu diajak, nyawaku belum terkumpul. Wkwkwk, piiss…
Sendiri, menikmati kesendirian. Ah, daripada aku mengingat tentang keputusan beratku kamis malam lalu, aku mencoba untuk menghibur diri. Iya, keputusan yang tak boleh aku sesali, meski itu berat. Keputusanku, bukti cintaku padaNya dan RosulNya, pada kedua orang tuaku, dan pada orang yang menentramkan, Afam. Dan baru ini kusebut namanya dalam blogku meski aku telah banyak bercerita tentangnya. Alhamdulilllah, betapa indah hidupku bisa berkenalan dengan orang sebaik dia… semoga Allah selalu merahmati keberadaannya. Aamiin…
Hal pertama yang aku lakukan adalah : menonton TV, waw! Tak menyangka ada film Tinker Bell di sana. Lucu ya, orang sepertiku ini suka dongeng peri. Hahaha, kekanak-kanakan memang. Tapi dari dulu, memang aku sangat menyukai dongeng. Mungkin karena ibuk sering menceritakan dongeng-dongeng sejak aku masih kecil. Kadang dongeng itu tak masuk diakal. Hahaha, namanya saja juga dongeng.
Hal kedua, aku membereskan kamar yang sebenarnya tak perlu dibereskan. Ah, sekedar mencari kesibukkan, tak apa kan? Ups, sepertinya aku salah. Kata siapa tak perlu dibereskan?! Ternyata di lemari bukuku, tersimpan berkilo-kilo kertas yang beraneka jenis macamnya. Wahahaha, demi apa selama ini kertas-kertas itu aku simpan. Akhirnya, hampir setengah hari aku memilah-milahnya dan dapatlah lebih dari 4 kilo kertas. Subhanallah, kaya mendadak nih kalo dikiloin (eh, ngawur ._.v ).
Mendadak, aku dikejutkan dengan buku berwarna hijau. Aku teringat, itulah buku yang menemani hari-hari SMP ku. Waw, pastinya banyak cerita di sana. Aku memang suka menuliskan cerita-cerita hari-hariku. Selain karena takkan ada yang bisa membocorkannya, menulis bagiku akan membuatku lebih lega. Setidaknya, ketika bibir ini tak sanggup bercerita kepada Sang Pencipta. Namun, apabila tangan sudah tak sanggup lagi berbagi, hanya matalah yang mampu berbicara.
Satu per satu halaman aku buka. Dan, waw! Betapa hebatnya ceritaku masa lalu. Bagaimana aku bersama teman-teman mengisi masa SMP yang penuh dengan cerita cinta dan cita. Indah, tentang sahabat dan persahabatan. Tentang rasa marah dan kecewa. Tentang arti sebuah keikhlasan. Subhanallah, Maha Suci Allah, hidupku LENGKAP!
Kebiasaanku menulis sampai sekarang masih jalan. Aku sudah bisa membayangkan, pasti akan bisa membuatku tertawa ketika aku membaca cerita SMA ku untuk beberapa tahun ke depan. Aku ingin terus menulis untuk mengabadikan kisahku. Yang akan aku baca suatu hari nanti. Aku ingin tunjukkan kepada teman seperjuanganku dalam menempuh jalan surgaNya. Aku ingin dia tahu, inilah ceritaku dan aku ingin berkata, cerita ini belum tamat dan aku ingin melanjutkannya bersamamu.

 

 

– Menulislah, karena kau bukan siapa-siapa. Menulislah, karena kau akan terkenang. Menulislah, karena kau akan abadi. –

2 thoughts on “Indahnya Menulis …

  1. setuju..πŸ˜€ saya sering kalau lagi gag tau mau ngapain, buka blog sendiri, terus ke pojok kiri atas klik random post. Sudah.. langsung memutar kenangan2. Menulis untuk abadi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s