Aturan : Dilanggar atau Ditaati???

ATURAN UNTUK DILANGGAR. Rasanya kalimat tersebut sudah sangat populer di tengah-tengah kita. Kalimat tersebut berasa seperti keharusan atau kewajiban untuk diterapkan. Kenapa saya bilang begitu? Karena pernah suatu ketika bersama teman-teman membahas suatu hal tentang aturan, salah satu dari kami menyeletuk , “Aturan kan dibuat untuk dilanggar.” Ha? Langsung saya “ndlongop” . ironis. Apalagi yang bicara adalah ANAK MUDA , aset bangsa, penerus bangsa, calon pemimpin bangsa, dan apapun sebutannya.

 

Eits, tunggu dulu! Jangan karena introduction saya di atas, Anda jadi menilai saya adalah orang yang tidak pernah melanggar peraturan. Hehehe, sejujurnya saya pernah ._. dan bisa dikatakan berkali-kali ._. tapi ini menjadi sebuah koreksi. Tapi kalau terlanjur mengecap saya seperti itu yaaa saya mengucapkan TERIMAKASIH :D  karena telah diberi label seperti itu. menurut teori labeling di sosiologi, penilaian orang kepada seseorang akan menjadi kepribadian atau bisa dikatakan melekat pada diri seseorang tersebut. Wkwkwkwwk.

 

Jadi ceritanya begini. Saya ada kuliah sore, kuliah tambahan pengganti minggu lalu karena dosen saya lagi berhalangan hadir waktu itu. sehabis acara kuliah itu saya ada wawancara SEF (Sharia Economics Forum), bisa diterjemahkan sendiri kan bidang kajiannya kayak apa😀 (dari namanya sudah keliatan). Nah, pulangnya saya naik sepeda lewat jalan seperti bisa : lewat Pertamina Tower. Lucunya, walau sudah ada larangan untuk dilewati, saya tetap ngotot lewat sana. Dengan PD nya, eeeeee,,, ternyata saya harus putar balik karena jalan sedang dibongkar ._. seketika saya kemudian menertawakan diri saya sendiri. Gimana tidak, udah jelas-jelas dengan jelas (ngga efektif banget😀 ) tanda larangan terpampang di depan muka, tetep aja nylonong.

 

Kemudian selama perjalanan pulang ke kos saya berpikir. Emang enak kok nglanggar aturan. Gimana ngga enak? Misalnya saja saya kalau keluar dari FEB UGM ke kos, jika mengikuti rambu (karena jalan satu arah) akan menempuh jarak yang lebih jauh daripada saya nyrobot (lawan arus). Tapi ada ketidaktenangan di situ. Bisa jadi saya harus bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan ketika lewat pos. Itu sudah hampir berapa kali saya mengalami, tapi tidak kapok. Hahahahaa…

 

Sebuah teori berkata, tidak akan berubah sebelum merasakan. Ya, saya tidak berubah karena saya hanya “hampir” bertabrakan, belum bertabrakan. Mungkin cerita akan lain jika saya sebelumnya sudah bertabrakan. Mungkin saya sudah tidak nyrobot lagi. Hahaha. Ya, hari ini saya memang harus dituntut untuk kembali TUNDUK sama aturan. Bukan karena tabrakan, tapi karena perbaikan jalan. Alhamdulillah badan masih utuh dengan kondisi bagus. Hahhahaa.

 

Intinya yang pengen saya sampaikan, aturan itu sudah seharusnya memang untuk DITAATI. ATURAN DIBUAT UNTUK DITAATI. Apa tujuannya? Ya keteraturan dan keselamatan sebagai nilai plus nya. Jikalaupun ada yang melanggar, suatu saat dia akan kembali tunduk pada aturan setelah beberapa kejadian memaksa untuk kembali patuh kepada aturan. Biasanya sih, “beberapa kejadian” itu tidak mengenakkan. Ya daripada dapat “yang tidak enak” , kenapa tidak kita lakukan saya sesuatu “yang membuat enak” ?

 

Hal lain yang perlu menjadi perhatian, penghapusan doktrin” bahwa aturan dibuat untuk dilanggar HARUS SEGERA DILAKUKAN. Apalagi di setiap insan para pemuda. Bahaya itu kalau dibawa sampai mati. Hancurlah sudah.

2 thoughts on “Aturan : Dilanggar atau Ditaati???

  1. penilaian orang kepada seseorang akan menjadi kepribadian atau bisa dikatakan melekat pada diri seseorang tersebut. Wkwkwkwwk.
    ===========================================
    kayaknya sama dgn proyeksi diri ya?bener ga sih??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s