Untuk Sahabat Terbaik

Aku ingin melompat dari dari gedung itu. Gedung tertinggi di universitas ternama di negriku. Kau tau kawan, aku merasa sesak ketika membacanya. Aku sedih, teramat sedih. Kau tau kawan, aku di sini tak jauh beda denganmu. Bersandiwara dengan dunia. Sama, siang tertawa terbahak, malam air mata mengalir dengan deras. Hati ini kadang sakit, kawan. Ketika mimpi kita tak disatukan. aku kini tak tahu dan tak bisa membedakan semu dan nyata. Oh kawan, aku merindumu.

Kau saudaraku dari hati. Kau tak pantas bilang seperti itu, justru akulah yang harus jujur padamu, aku tak pantas kau sebut sahabat, saudara. Oh kawan, memang ikhlas rasanya Β sangat berat. Lisan bisa berkata, hati tidak, kawan. Tapi tak ada salah kita mencoba terus belajar hati ikhlas kawan. Ikhlas akan takdir Tuhan yang kita yakini benar.

Kawan,memang sedih aku tak bersamamu. Memang sedih aku terpisah dan tak bisa berbagi cerita seharian bersamamu. Sedih, menyakitkan. Tapi apa boleh buat, kawan. Itu qodarullah. Kita harus ikhlas.

Jika aku boleh mengatakan padamu, aku tidak suka dengan pesanmu itu, aku tidak suka dengan tulisanmu itu. Kau terlalu indah bagiku. Aku mencintaimu fillah, insyaAllah. Aku belum bisa jadi sahabat yang baik buatmu. Akulah yang sesungguhnya harusnya mengirim pesan itu, menulis pesan itu.

 

komik-muslimah-57

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s