Final UCL: Pelajaran dari Sang Juara

Aahh, semoga saya tidak tergolong terlambat ngepost tulisan ini, hehehe.

Hasil UCL, so amazing, hehehe. Bagi yang udah lihat, pasti tahu siapa pemenangnya. Yaps, REAL MADRID, my favorit team :3 Anda tau, dari pertandingan Ahad malam itu (25/5/14) banyak banget pelajarang yang bisa saya ambil

Madrid sempat tertinggal di menit yang tergolong awal. Di babak pertama dari kesalahan kipper dan sang kapten, Iker Casilas yang terlalu maju ketika menghalau bola, bobollah gawang Real Madrid oleh saya lupa siapa pencetak gol Atletico, hahaha, ngga pentingπŸ˜€. Tentu bukan maksud Iker buat melakukan blunder. Dia pun menyesal seperti yang dijepret kamera (ngga tega lihat, hahaha). Well, dari sini, pelajaran pertama adalah hati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Di dunia sehari-hari banyak sekali contoh ketidak-hati-hati-an dalam bertindak dan mengambil keputusan. Paling terdekat dari diri saya adalah keputusan saya di masa lalu ketika jaman jahiliyyah. Semoga Allah mengampuni saya.

Iker pun setelah kebobolan, berusaha untuk menjaga konsistensinya. Dia menghalau tendangan-tendangan dari Atletico. Sampai pada menit terakhir babak kedua, dia pun tidak kebobolan lagi. Pelajaran kedua adalah tidak melakukan lagi kesalahan yang sama.

Madrid tetap mencoba menguasai pertandingan meski sudah kebobolan 1-0. Berkali-kali penetrasi pemain-pemain El Real dilakukan dan tetap saja bisa digagalkan oleh pemain belakang Atletico. Tapi yang saya kagumi adalah tensi permainan Madrid ngga menurun, tetap cepat dan tangkas. Berkali-kali pula sempat ke shoot wajah Xabi Alonso yang harus melihat dari luar lapangan yang keliatan gemes dag dig dur ser, hahhaa. Lucu banget wajah brewok nya itu, ckckckck. Salut sama permainan yang tanpa kenal lelah. Tak sedikitpun para pemain Madrid menyerah. Justru tiap detik mereka menunjukkan mental juara mereka dengan tidak menyerah pada nasib 1-0.

Sampai menit ke 90, tetep skor masih 1-0 buat Atletico. Saya pun sempat legowo ajalah Madrid ngga dapet (lagi) si kuping besar (Trophy UCL, bro) dan mengubur impian besar tahun ini : LA DECIMA (gelar ke 10) yang 12 tahun sudah penantian. Tapi, tiba-tiba dengan sangat mengejutkan, bek Madrid Sergio Ramos menggemparkan ruang hatiku (lebay bgt .-.). hahhahaah GOOOLLL!!!! 1-1 di injury time. Saya lupa menit ke berapa tapi masih ingat di masa injury time. Stadion pun bergemuruh. Timeline twitter apalagi. Aaaaa saya pengen teriak tapi tertahan karena semua pada tidur, ngga enak😦 . Alhamdulillah, masih ada harapan di additional time. Pelajaran ketiga adalah tidak mudah menyerah dan terus berjuang.

Tambahan waktu 2×15 menit pun tidak disia-siakan oleh Real Madrid. Masih ada waktu untuk jadi juara. Permainan pun semakin mendebarkan. Kedua tim saling serang dan bener-bener bikin deg deg aaaan… mereka seperti berpacu dengan waktu. Tak ada diving, tak ada mengulur waktu. Bola keluar, set, langsung tanggap buat secepatnya diambil. Ada pelanggaran, set, langsung berdiri dan melakukan set piece. Sungguh, waktu begitu berharga demi kemenangan. Gareth Bale pun akhirnya menggandakan keunggulan Real Madrid. 2-1 untuk Madrid, di atas awan, brroo… harapan meraih La Decima terbuka lebar. Pelajaran keempat adalah hargai waktu dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Madrid masih belum puas. perlu tambahan gol untuk di bertahan di atas awan. Madrid masih bermain layaknya belum dapat poin. Pertandingan semakin seru sampai akhirnya Michello dan CR7 turut andil mengokohkan Madrid di pertandingan itu, 4-1 bung!!! Kemenangan sempurna! Pelajaran kelima adalah tidak cepat puas dengan usaha dan hasil yang diperoleh.

Selama penambahan poin itu, jika saya tidak salah, terhitung berkali-kali Iker, sang captain, menciumi Ramos, Bale, dan yang bikin gol itu. Sebagai bentuk rasa bangga mungkin ya. Iker emang dikenal sebagai kapten yang top bagi rekan-rekannya. Makanya dari dulu Iker selalu jadi kapten kalo dia maen. Pas dia diganti sama Diego aja kaptennya ganti CR7, hehehe. Emang keren Iker Casilas, Goal Keeper nomor wahid Tim Matador.

Setahun terakhir ini, semenjak Mourinho CLBK ke Chelsea dan Madrid diasuh oleh Carlos Ancelotti, saya semakin lebih simpati. Tak ada kata-kata arogansi dari pelatih ketimbang pelatih sebelumnya. Awalnya saya sempet menyayangkan kenapa harus Ancelotti, tapi akhirnya saya sadar, sepertinya Ancelotti lah yang cocok dengan Madrid heheehe. Awalnya juga saya menyayangkan dengan pelepasan Higuain ke Napoli, Kaka yang CLBK sama AC Milan, hingga Mesut Ozil pujaan hati (becanda, hahaha) yang ke Arsenal diganti dengan beli Gareth Bale yang di Spurs menurut saya ngga terlalu wow ditambah di awal musim sama Madrid, dia keliatan kurang wow. Apalagi dia dibeli dengan harga tinggi. But, semua terjawab sudah. Hehehe. Pelajaran keenam adalah tidak sombong dan tidak meremehkan orang lain.

Agaknya itu yang bisa saya ambil dari pertandingan pagi itu. Itulah pelajaran menuju kemenangan dari para pemenang. Pelajaran untuk menjadi juara dari para juara. Yeah, HALA MADRID! We get it, LA DECIMA.

Β 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s