Perjalanan 365 Hari

Sejenak, ijinkan aku untuk rehat dari memikirkan tugas PES 2 (sejenis upgrading staff pengurus) SEF UGM yang tak kunjung selesai. Hehehe, ya kali bisa selesai lawong cuman dipandang dan dipikir ._.v *piiss*

Tak terasa, hampir 365 hari masa baktiku pada organisasi ini berakhir. Sejujurnya, aku belum merasa benar-benar berbakti pada institusi ini. Apalah yang kuberikan pada lembaga ini, tak jauh lebih berarti daripada teman-temanku beri kepadanya. Ya, janjiku belum kutunaikan, tetapi tidak berarti aku tidak akan, hanya saja BELUM (doakan segera lunas :D).

Menarik waktu kembali sekitar 365 hari yang lalu. Cerita ini berawal dengan cantik kemudian dalam perjalanannya diwarnai dengan segala cerita yang membuat nantinya bagiku akan berakhir dengan menawan, semoga (meski ada sesak di dalamnya). Aku yang bermodal pengetahuan pas-pas an tentang ekonomi Islam, memberanikan diri untuk melamar menjadi The Next Generation of Economist Rabbani. Aku bermodalkan dengan perasaan dan hobbi serta ekspektasi, memberanikan diri untuk memilih salah satu departemen paling kece sedunia: Research and Development (Risbang).

Masih ingat memori sekitar 365 hari yang lalu. Atmosfer kritis para punggawa Risbang telah kucium pada senja itu. Sambil membumbui daging-daging kambing yang syahid (baca: dagung qurbanπŸ˜€ ), aku bersyukur pada Tuhan, β€œYa Tuhan, sungguh beruntung aku di tempat ini.” Ya, hari itu adalah welcoming party untuk kami, anggota Risbang SEF 2013, anggota baru.

Hampir 365 hari perjalananku (mencoba) berbakti pada lembaga ini, kutemui segala macam jenis pembelajaran hidup dari orang-orang paling keren yang pernah ada. Bersama mereka, aku kembali belajar tentang profesionalisme, tanggung jawab, berpikir kritis, komunikasi, dan saling menghormati. Memanglah tak semua tujuanku tercapai di institusi ini, tetapi SEF telah banyak memberiku arti dan pembelajaran hidup dan aku belum secuil pun memberikan kontribusi terbaikku padanya.

Perjalanan 365 hari. Orang pasti akan mengerti jalan terjal yang kita lalui. Tak kan ada suatu ikatan kuat tanpa sebelumnya ia pernah menemui kerenggangan di dalamnya. Dengan kerenggangan itu, ikatan itu akan belajar bagaimana membuatnya rapat kembali dan itulah yang sebenarnya sedang kita jalani. Bukan masalah siapa kuat dia akan bertahan, tetapi siapa ikhlas dia akan memaafkan. Sejuta maaf untuk rekan yang tak pernah mati dalam kalbu meski ia (mungkin) telah membuangnya jauh. Β Adakah kita masih bisa berjuang bersama?

Bumi perputar pada porosnya dan ia beredar di garis edarnya. Hampir sampailah aku pada titik finish ku pada periode kepengurusan ini. Perjalanan 365 hari yang sangat hebat. Perjalanan 365 hari yang menimbulkan cerita nano nano di dalamnya. Perjalanan 365 hari yang indah. Semoga kita bukan hanya patner dalam perjalanan menuju surga, tetapi lebih dari itu. Semoga kita adalah patner di surga. Yang kelak para malaikat iri dengan persaudaraan yang kita bangun.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s